Ruang Terbuka Hijau atau
disingkat RTH merupakan suatu bentuk pemanfaatan lahan pada
satu kawasan yang diperuntukan untuk penghijauan tanaman.
Ruang terbuka hijau yang ideal adalah 40% dari luas
wilayah, selain sebagai sarana lingkungan juga dapat berfungsi untuk
perlindungan habitat tertentu atau budidaya pertanian dan juga untuk
meningkatkan kualitas atmosfer serta menunjang kelestarian air dan tanah.
1. Vienna (51%),
adalah ibukota dan salah satu dari 9 provinsi di Austria. Selama berabad-abad
kota ini berperan sebagai ibukota Kekaisaran Habsburg dan pusat ekonomi Eropa
Tengah bagian selatan. Vienna terletak di sudut timur laut Austria, berjarak 65
km masing-masing dari Republik Ceko atau Hongaria di sebelah timur. Luas 45
km².
Austria memang merupakan Negara yang kaya akan
budaya peninggalan sejarahnya pada beberapa masa silam. Negara kecil ini
memiliki sistem pemerintahan yang baik. Tata letak kotanya strategis dan bersih
yang menjadikan Negara ini Cantik luar dalam. Gedung-gedung lama peninggalan
sejarah menjadi icon tersendiri di Austria, yang kebanyakan berpusat di Ibu
kota Vienna. Bangunan-bangunan kuno inilah tertulis sejarah kota itu, dan
menjadi saksi bisu berkembangnya kota tersebut menjadi kota yang sangat modern
seperti sekarang.

Uniknya, perpaduan antara kawasan kota tua yang artistik dan kawasan kota modern yang futuristik bisa bersatu padu tanpa meninggalkan kesemrawutan. Jika menilik sejarahnya, tak pelak kalau Austria menjadi terkenal sebagai tempat tujuan wisata yang didambakan banyak orang lantaran memiliki segudang obyek menarik yang menyimpan nilai sejarah cukup tinggi, antara lain : Schloss Schonbrunn, Ringstrasse, Istana Hofburg, Vienna State Opera, Prater Amusement Park,Belfedere dan masih ada banyak lagi beberapa kota wisata lainnya.
2. Singapura (47%) nama resminya Republik Singapura, adalah sebuah negara pulau di lepas ujung selatan Semenanjung Malaya, 137 kilometer (85 mil) di utara khatulistiwa di Asia Tenggara. Negara ini terpisah dari Malaysia oleh Selat Johor di utara, dan dari Kepulauan Riau, Indonesiaoleh Selat Singapura di selatan
Ternyata Singapura telah merancangnya sejak 1971, dengan desain infrastruktur yang diprediksikan untuk visi jangka panjang. Perencanaan jangka panjang seperti itu penting karena populasi tumbuh lebih cepat daripada yang diantisipasi. “Prioritas utama bagi Singapura sebagai negara yang baru merdeka adalah untuk menyediakan perumahan bagi rakyatnya dan menciptakan lapangan kerja,” kata Khoo Teng Chye, Direktur Eksekutif Centre for Liveable Cities, Singapura.
Selain itu, negara ini juga mengolah sumber daya air melalui tanaman desalinasi dan tanaman NEWater, yaitu limbah disaring untuk mendaur ulang menjadi air minum. Nah, kini kelompok Hebel ini bekerja menciptakan cara baru untuk menggunakan limbah. Kali ini untuk membangun bangunan bukan menyulapnya jadi tanah.
“Bisa dibayangkan di Singapura memiliki hampir 80% limbah sumber daya bernilai tinggi,” kata Hebel. Ini kategori limbah termasuk plastik dan kaca, yang dijadikan bahan bangunan. Tim Hebel baru-baru ini memamerkan kemampuan mereka mengolah limbah di New York City Situs Festival. Karya-karya mereka dari mengolah limbah bermacam-macam, mulai dari kanopi paviliun melengkung, panel tahan air yang terbuat dari sampah wadah minuman.
3. Sydney 46% adalah kota terbesar di Australia, dan ibu kota negara bagian New South Wales. Sydney memiliki populasi wilayah metropolitan 4.34 juta jiwa[5] dan luas 12.000 kilometer persegi. Sydney dijuluki sebagai "the Harbour City" (Kota Dermaga), "the City of Villages" (Kota Desa-Desa) dan "the Emerald City" (Kota Zamrud). Sydney merupakan salah satu kota paling multikultural di dunia, yang tercermin dari perannya sebagai kota tujuan utama bagi imigran ke Australia
Dengan jumlah populasi yang juga paling tinggi di benua kanguru. Gedung Opera House menjadi magnet bagi para pengunjung lokal dan mancanegara, selain tentunya jembatan penyebrangan Sydney yang dikenal dengan nama 'Harbour Bridge'. Jembatan ini disebut-sebut sebagai jembatan paling lebar di dunia, dengan mengakomodir jalur mobil dan lintasan kereta api di atasnya. Sydney juga mendapat julukan kota pelabuhan, sehingga kota ini terasa lebih dinamis dengan beragam budaya dan kultur dari penduduk yang tinggal di kota ini.
4. Hong Kong (40%)
Hong merupakan satu dari dua Daerah Administratif Khusus yang merupakan bagian dari negara Republik Rakyat Cina, satunya lagi adalah Makau. Pada tanggal 1 Juli 1997, daerah ini secara resmi diserahkan oleh pemerintah Britania Raya kepada Republik Rakyat Cina.


Hong Kong memiliki dua bandar udara terkenal, Bandara Internasional Hong Kong di Chek Lap Kok namun lebih sering dikatakan terletak di Lantau. Bandara tersebut menggantikan Bandara Internasional Kai Tak di tahun 1998 dan menjadi pusat untuk Cathay Pacific Airways, Dragonair, Air Hong Kong, dan Hong Kong Express. Maskapai Cathay Pacific dan bandara ini pernah mendapatkan penghargaan sebagai yang terbaik di dunia oleh Skytrax. Pada 2004, bandara ini melayani 36 juta penumpang. Dalam Kota Hong Kong memiliki sistem transportasi dalam kota yang mapan dan modern yang terdiri dari kereta api, bus, tram, feri, dan taksi. Hampir semua layanan transportasi dapat dibayar menggunakan Octopus Card.
Jaringan kereta bawah tanah dikelola oleh MTR Corporation Limited yang mengelola MTR dan Kowloon-Canton Railway Corporation yang mengelola KCR sedangkan layanan tramnya adalah satu-satunya di dunia yang memakai kereta tram dua tingkat. Jaringan bus dikelola oleh 5 operator yang menggunakan bus dua tingkat seperti terdapat di London dan Singapura. Terdapat pula layanan taksi yang 99% armadanya menggunakan LPG. Layanan feri yang paling dikenal adalah Star Ferry yang menyeberangi Victoria Harbour antara Tsim Sha Tsui, Central, Wan Chai, dan Hung Hom.
5. Rio de Janeiro (40%) (bermakna "Sungai Januari" dalam bahasa Portugis) merupakan ibu kota negara bagian Rio de Janeiro, di bagian tenggara Brasil.
Kota ini mempunyai luas sebesar 1.256 km² dan penduduk sekitar 6.150.000 juta jiwa (2004).


Kota Rio de Janeiro adalah kota yang dibentuk oleh interaksi antara pegunungan dan laut, sehingga memiliki ruang terbuka langsung menghadap ke laut. Dari hutan di Taman Nasional Tijuca, Kebun Raya, patung Yesus di Corcodovan, bukit granit Sugarloaf, pantai Copacabana, hingga Teluk Guanabara, tersaji pemandangan yang sangat elok.
Bangunan-bangunan bersejarah yang terawat, rumah-rumah penduduk yang dibangun di teras-teras pegunungan, serta budayanya yang unik dan khas, juga menjadi pertimbangan dalam menetapkan Rio de Janeiro sebagai situs warisan dunia.
Sumber
https://www.kaskus.co.id/thread/52d66fb45dcb177208000263/peringkat-kota-dunia-dengan-ruang-terbuka-hijau-terbanyak-jakarta-termasuk-gan/
https://jurnalgadogado.wordpress.com/2012/10/03/mengenal-vienna-sebagai-ibukota-austria/
http://soalkamar.com/info-kamar/ini-dia-alasannya-kenapa-hongkong-disebut-kota-paling-vertikal-di-dunia/
http://kidnesia.com/Boleh-Tahu/Serba-Serbi/Rio-De-Janeiro-Kota-Warisan-Dunia