2.1 PENDAHULUAN
2.1.1 Latar Belakang Masalah
Objek
bangunan peninggalan zaman Belanda sangat banyak dan tersebar merata di
beberapa pusat kota besar di Indonesia salah satunya adalah Jakarta. Di daerah
Jakarta sendiri terdapat suatu kawasan sejarah yang sangat sacral yaitu Kota
tua. Sebagai penulois saya tertarik dengan pembahasan ruang lingkupnya yang
bisa menjadi daya Tarik tersendiri terlebih lagi lokasi nya yang berada dalam
lokasi yang cukup strategis bagi pengunjung untuk menikmati dan melihat
peninggalan sejarah Belanda tersebut
2.1.2 Perumusan Masalah
Dari pengamatan ruang lingkup
landscape mengenai kota tua di Jakarta, memuat beberapa permasalahan melalui
pertanyaan seperti berikut :
a.
Apakah
pengaruh jumlah pengunjung terhadap kawasan Kota Tua dan lingkungan yang ada
disekitarnya
b.
Bagaimana
cara kita dalam melestarikan peninggalan sejarah yang ada didalam kawasan kota
kua?
c.
Hal
apa saja yang dapat membuat suatu kawasan sejarah menjadi menarik bagi
pengunjung dan wisatawan
2.1.3 Batasan Masalah
Batasan Masalah dalam
penelitian ini yaitu penulis akan melakukan pengamatan mengenai ruang lingkup
kawasan sejarah kota tua dan bagaimana cara menjaga dan melestarikannya agar
menjadi lebih menarik lagu
2.1.4 Tujuan Penelitian
Tujuan
penulis melakukan penelitian adalah sebagai berikut
a.
Membagikan
informasi dan pengeathuan bagi pengunjung tentang kawasan yang ada di kota tua
b.
Mengidentifikasi
masalah masalah yang menyebabkan suatu kawasan sejarah tidak menarik lagi bagi
pengunjung
c.
Menjadi
objek pembelajaran bagi penulis dalam menganalisa suatu kawasan sejarah
2.1.5 Manfaat Penelitian
a)
Penulis
dapat memberikan informasi bagi seluruh pengunjung dan mempelajari kembali
pentingnya suatu sejarah
b)
Penulis
menjelaskan mengenai hal hal apa saja yang dianggap menarik pada kawasan itu
bagi pengunjung
2.2 TINJAUAN PUSTAKA
2.2.1
Tinjauan pustaka merupakan
penelusuran kepustakaan untuk mengidentifikasi makalah dan buku yang bermanfaat
dan ada hubungannya dengan penelitian yang dilakukan serta merujuk pada semua
hasil penelitian terdahulu pada bidang tersebut. Tinjauan pustaka disusun
berdasarkan tujuan penelitian, pertanyaan
penelitian dan masalah yang akan dipecahkan.
Sumber yang dipakai dalam tinjauan pustaka harus
disebutkan dengan mencantumkan nama penulis dan tahun terbit dengan model
Vancouver. Format penyajiannya dimulai tinjuan teori untuk variabel independen,
variabel dependen dan keterkaitan antar variabel yang diteliti dengan mengacu
pada penelitian sebelumnya.
2.2.2 Landasan Teori
Landasan
teori menguraikan
kerangka teori yang merujuk pada referensi berbagai ahli tertentu maupun
berbagai teori-teori yang ada yang nantinya akan mendasari hasil dan pembahasan
secara detail, dapat berupa definisi-definisi atau model matematis yang langsung berkaitan
dengan tema atau masalah yang diteliti. Teori-teori yang dirujuk harus mengacu
pada variabel-variabel yang diteliti. Dimulai dari penjelasan tema, variabel independen
dan variabel dependennya atau faktor-faktor yang diteliti serta dijelaskan
teori-teori tersebut untuk mendukung hipotesis yang akan diajukan.
2.2.3 Kerangka Teori
Kerangka
teori terdiri
dari teori-teori atau isu-isu dimana penelitian kita terlibat di dalamnya dan
memberikan panduan pada saat peneliti membaca pustaka.Kerangka teori tidak
dapat dikembangkan kalau peneliti belum mempelajari pustaka dan sebaliknya
kalau peneliti belum mempunyai kerangka teori maka peneliti tidak akan dapat
membaca pustaka dengan efektif.
2.2.4 Kerangka Konsep Penelitian
Kerangka
konsep penelitian merupakan operasionalisasi keterkaitan antar variabel-variabel
yang berasal dari kerangka teori dan biasanya berkonsentrasi pada satu bagian
dari kerangka teori. Kerangka konsep menggambarkan aspek-aspek yang telah
dipilih dari kerangka teori untuk dijadikan dasar masalah penelitiannya. Jadi
kerangka konsep timbul dari kerangka teori dan berhubungan dengan masalah
penelitian yang spesifik.
2.2.5 Hipotesis
Hipotesis memuat : pernyataan singkat yang
disimpulkan dari landasan teori atau tinjauan pustaka dan merupakan jawaban
sementara terhadap masalah yang dihadapi. Hipotesis tidak selalu harus ada
tergantung pada jenis dan tujuan penelitian. Oleh karena itu hipotesis harus diuji
kebenarannya dan pengujiaannya harus mendasarkan pada kaidah-kaidah keilmuan (scientific methods) yang dapat
dipertanggungjawabkan.
2.3
METODE PENELITIAN
2.3.1
Jenis Penelitian
Berisi langkah-langkah yang akan diambil
untuk membuktikan kebenaran hipotesis.
2.3.2
Populasi dan Sample
Berisi cara pengambilan sample, besar sample,
cara pengumpulan sample, teknik penarikan sample.
Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian
atau wilayah generalisasi yang terdiri dari subyek maupun obyek yang mempunyai
kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk
dipelajari dan ditarik kesimpulan. Populasi bukan hanya orang, tetapi semua
benda yang memiliki sifat atau cirri yang bisa diteliti.
Sampel adalah sebagian dari jumlah dan
karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut
2.3.2
Lokasi dan Waktu Penelitian
Berisi mengenai tempat / lokasi penelitian
beserta waktu yang dipergunakan melakukan penelitian
a. Variabel
Berisi keterangan tentang variable atau
factor yang diamati atau diteliti dalam suatu penelitian
b. Definisi
Operasional
Menjelaskan bagaimana suatu variable akan
diukur serta alat ukur apa yang digunakan untuk mengukurnya. Definisi ini
mempunyai implikasi praktis dalam proses pengumpulan data. Definisi operasional
mendiskripsikan variable sehingga bersifat spesifik (tidak berintegrasi ganda),
terukur, menunjukkan sifat atau macam variable sesuai dengan tingkat
pengukurannya dan menunjukkan kedudukan variable dalam kerangka teoritis.
c. Teknik
Pengumpulan Data
Berisi cara pengumpulan data yang dapat
berupa data primer maupun data sekunder. Berdasarkan caranya pengumpulan data
dapat berupa observasi, wawancara langsung, angket, pengukuran / pemeriksanaan
d. Instrument
Penelitian
Instrument ( alat ukur ) penelitian dapat
berupa kuesioner, cek list yang digunakan sebagai pedoman observasi dan
wawancara atau angket
e. Teknik
Pengolahan Data
Berisi cara pengolahan data yang akan
dilakukan peneliti sehingga data hasil penelitian dapat menjadi informasi yang
dapat digunakan untuk mengambil kesimpulan penelitian
f. Metode
Analisis Data
Metode analisa data menjelaskan bagaimana
seorang peneliti mengubah data hasil penelitian menjadi informasi yang dapat
digunakan untuk mengambil kesimpulan penelitian. Kegiatan analisa data ini
meliputi : persiapan, tabulasi dan aplikasi data. Pada tahap analisa data
inidapat menggunakan uji statistik jika memang data dlam penelitian tersebut
harus diuji dengan uji statistik
g. Keterbatasan
Dalam setiap penelitian pasti mempunyai
kelemahan-kelemahan dimana kelemahan tersebut ditulis dalam keterbatasan. Dalam
bab ini disajikan keterbatasan peneliti secara teknis yang mungkin mempunyai
dampak secara metodologis maupun substantif, seperti : keterbatasan pengambilan
sampel, keterbatasan jumlah sampel, keterbatasan instrumen penelitian,
keterbatasan waktu dan sebagainya
h. DAFTAR
PUSTAKA
Daftar Pustaka merupakan keterangan tentang bacaan yang dijadikan sebagai bahan
rujukan dari penulisan skripsi. Dalam daftar pustaka dapat dimasukkan tentang
pustaka dari buku teks, jurnal, artikel, internet atau kumpulan karangan lain.