Sunday, April 17, 2016

REVIEW FILM BERTEMA KEADILAN DAN SOCIAL : BLACK HAWK DOWN


Film yang menceritakan tentang jatuhnya dua helikopter militer Amerika, UH-60 Black Hawk setelah ditembak jatuh oleh pejuang Islam Somalia yang hanya bersenjatakan sederhana.
 
Film Black Hawk Down diambil dari peristiwa nyata tentang Pertempuran Mogadishu yang terjadi pada tahun 1993, antara tentara Amerika melawan pejuang Islam Somalia klan Habr Gidr. Pimpinan Muhammad Farah Aidid.



Adegan-adegan yang menampilkan warga sipil Somalia sangat menyentuh. Seorang wanita dan anak-anaknya terduduk di pojok rumahnya dalam roman ketakutan saat seorang serdadu Amerika masuk. Seorang anak lelaki kencur menangis hebat saat tembakannya yang diarahkan ke pasukan Amerika salah sasaran dan mengenai ayahnya sendiri. Seorang perempuan merenggut senapan dari pasangannya yang tewas dan menembaki para tentara asing sebelum akhirnya ia sendiri jatuh terkena peluru. Dengan cara penyampaian seperti itu, Black—yang dalam ajang Academy Awards tahun ini sudah berhasil meraih lima nominasi (sutradara, penyuntingan, sinematografi, tata suara, dan penyuntingan suara)—tak perlu lagi menggunakan kata-kata petuah tentang kengerian perang.

Kondisi lapangan yang semula aman terkendali, berubah total ketika pasukan Amerika dihujani tembakan dan RPG. Tercatat ada dua heli angkut yang tersengat RPG dan jatuh menghujam bumi, salah satunya adalah sebuah Black Hawk dengan kode sandi Super Six-Four. Saat Super Six-Four jatuh, Randy dan Gordon melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana seorang Warrant Officer Durant, berjuang dengan MP5-nya menghadapi terjangan para militan. Melihat kondisi tersebut, Gordon membuat sebuah permintaan yang nekat. Dia meminta agar dirinya dan Randy di turunkan di crash site guna membantu Durant dan siapapun yang selamat. Permintaan pertama ditolak. Permintaan kedua tetap ditolak dengan alasan seharusnya tembakan bantuan bisa dilakukan dari udara. Melihat kondisi yang semakin genting, Gordon tetap mengulangi permintaannya dan kali ini dikabulkan. Saat permintaanya dikabulkan, Gordon dan Randy sadar, ini adalah misi bunuh diri. Merka bukanlah Gandalf yang menyelamatkan pertempuran dengan kuda putihnya dan cahaya yang menyilaukan. Begitu mereka menyentuh tanah, mereka akan sendirian, terlepas dari bantuan teman-teman mereka yang sedang bertempur di sisi lain kota Mogadishu.

No comments:

Post a Comment